Menu
Dies Natalis ke-72 GMNI: Saatnya Kader Bangkit, Lawan Ketidakadilan, dan Tegakkan Marhaenisme!

Dies Natalis ke-72 GMNI: Saatnya Kader Bangkit, Lawan Ketidakadilan, dan Tegakkan Marhaenisme!

23 Maret 2026 • Bung Thohir

Mojokerto, 23 Maret 2026 — Peringatan Dies Natalis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke-72 bukan sekadar seremoni tahunan yang hampa makna. Ini adalah momentum perlawanan. Momentum kebangkitan. Momentum untuk menegaskan bahwa perjuangan belum selesai.


Di tengah realitas bangsa yang masih dihantui ketimpangan, penindasan struktural, dan pengkhianatan terhadap cita-cita kemerdekaan, GMNI harus berdiri paling depan. Tidak netral. Tidak diam. Tidak tunduk.


Ajaran Soekarno tentang Marhaenisme bukanlah doktrin mati yang hanya dihafal dalam forum-forum kaderisasi. Marhaenisme adalah alat perjuangan. Ia hidup ketika kader turun ke jalan, berpihak pada rakyat, dan melawan segala bentuk ketidakadilan.


Ketua DPC GMNI Mojokerto Raya menegaskan bahwa usia 72 tahun adalah usia kematangan—bukan untuk berkompromi dengan kekuasaan, tetapi untuk semakin radikal dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.


“Jika GMNI hari ini kehilangan keberpihakan, maka GMNI telah kehilangan jiwanya. Kita tidak dilahirkan untuk menjadi penonton, tetapi untuk menjadi pelaku perubahan. Kita tidak dididik untuk tunduk, tetapi untuk melawan ketidakadilan!” tegasnya.

Di tengah arus pragmatisme yang merusak watak gerakan mahasiswa, kader GMNI dituntut untuk tidak hanyut. Persatuan kader bukan sekadar slogan kosong, tetapi harus menjadi kekuatan politik-organisatoris yang nyata. Tidak boleh ada perpecahan yang melemahkan barisan. Tidak boleh ada ego sektoral yang menggerogoti perjuangan.


Musuh kita jelas: ketidakadilan, kemiskinan struktural, dan sistem yang menindas kaum Marhaen.


Maka di usia ke-72 ini, GMNI harus kembali ke garis perjuangannya: berpihak tanpa ragu kepada rakyat kecil, melawan segala bentuk penindasan, dan menjadi alat perjuangan yang hidup di tengah masyarakat.


Tidak cukup hanya berdiskusi. Tidak cukup hanya berteori. GMNI harus hadir dalam aksi nyata—mengorganisir rakyat, mengadvokasi ketidakadilan, dan menjadi suara bagi mereka yang dibungkam.


DPC GMNI Mojokerto Raya menyerukan kepada seluruh kader: rapatkan barisan, kobarkan semangat juang, dan teguhkan komitmen ideologis. Karena sejarah tidak ditulis oleh mereka yang diam,tetapi oleh mereka yang berani melawan!

Artikel Serupa

AKTIVIS DISERANG AIR KERAS, GMNI MOJOKERTO RAYA: DEMOKRASI SEDANG DITEROR!
Baca